" HIDUPLAH DALAM PERDAMAIAN DENGAN SEMUA ORANG "

Kamis, 13 Desember 2007

Pengaruh Musik Bagi Perkembangan Anak

Musik adalah kata yang sangat umum di telinga kita. Setiap hari kita mendengarkan musik baik lewat televisi, radio, tape maupun media player yang lainnya. Dan musik ini dapat dinikmati oleh siapapun serta lapisan masyarakat manapun. Musik sangat berpengaruh dalam hidup manusia karena musik itu menghanyutkan, praktis, bahkan dapat mengubah hidup seseorang, membuat relaks walaupun berisik, serta dapat memberi semangat yang luar biasa.

Musik menyatukan kita dimasa lampau, sekarang dan masa depan karena kejadian sosial ditandai dengan bentuk musik tertentu.

Apabila anak belajar musik sejak balita maka biasanya pendengaran anak akan lebih peka terhadap nada-nada. Dengan bertambah usia anak, maka kemampuan bermusiknya akan terasah lebih baik, bahkan dengan hanya mendengarkan ulang seorang anak akan mampu memainkan ulang sebuah lagu.

Lewat musik perasaan dan emosi anak juga lebih mudah dikendalikan. Anak akan lebih mudah mengelola emosinya sendiri sehingga lebih terkontrol. Disamping itu juga bisa menambah kreativitas anak, akan lebih percaya diri dalam pergaulan, terlebih bila ia dapat menunjukkan eksistensinya.

Setelah dewasa bila ingin mencari uang saku juga lebih mudah karena punya ketrampilan.

Karena itu janganlah ragu untuk memberikan pendidikan musik kepada putra-putri kita.

Sabtu, 08 Desember 2007

ALAH BISA KARENA BIASA

Bagaimana caranya kita mengajarkan anak untuk menguasai bidang yang kita sendiri tidak menguasainya?

Aku mempunyai 2 orang anak yang kini beranjak remaja, yang pertama perempuan berumur 15 tahun sedang kedua laki-laki berumur 10 tahun.

Dulu aku sangat ingin anakku bisa bermain piano, kubayangkan sangat anggun; seorang wanita bisa bermain musik apalagi alat musik piano, tapi aku ragu akan keinginanku karena keluarga besarku sebelumnya tidak ada yang bisa memainkan alat musik.

Tapi dengan modal nekat aku masukkan anak pertamaku ke kursus musik, saat itu usianya masih 3,5 tahun, masih playgroup, yang untuk baca tulis pun belum bisa dilakukannya dengan baik.

Saat pertama kali ikut kursus, ikut kelas anak-anak KMA namanya. Disana diajarkan menyanyi, bermain musik dengan gaya anak-anak. Karena aku masih bekerja di kantor jadi terpaksa deh pakai pembantu untuk mengantarkannya mengikuti kursus tersebut. Awalnya sih lancar-lancar saja semua bisa dilakukan dengan mudah. Cukup pembantu membawa alat perekam, jadi aku bisa mendengar ulang materi kursus tadi dibantu sedikit catatan dari pembantu. Makin lama jenjang kursus pasti naik tingkat kan? Akhirnya anakku sampai pada tingkat dimana dia harus belajar mengarang lagu setahap demi setahap. Si anak mulai kesulitan, akupun cukup kesulitan. Lalu aku konsultasikan pada seorang guru akan kesulitan yang aku alami. Jawaban yang aku dapat kurang memuaskan. Katanya pada tingkatan ini memang sangat mustahil bisa sukses kalau orang tua tidak bisa mengantar sendiri anaknya, sebab yang mengantar pun masih kesulitan, apalagi tidak diantar, bagaimana bisa mengajarkan pada si anak?

Untungnya waktu itu aku tak patah semangat, aku putuskan mencoba terlebih dulu kalau mampu aku lanjut, kalau tidak ya terpaksa mundur.

Syukurlah dengan tekad yang kuat aku disiplinkan untuk lebih mandiri dan lebih banyak belajar, semua pendapat guru tersebut tidak terbukti. Memang aku juga harus belajar teori musik lebih giat lagi, agar bisa mengajarinya, walaupun aku sama sekali tidak bisa bermain semua alat musik. Nah dengan bekal teori musiklah aku meyakinkan si anak, bahwa aku pun bisa mengajarinya dan aku harus meyakinkan diriku bahwa aku bisa melakukan ini semua.

Akhirnya ketika dikelas 6 SD anakku bisa mandiri untuk latihan sendiri dan sudah menguasai cukup baik sehingga aku hanya tinggal mengawasinya saja. Perlahan tapi pasti semua itu menjadi jadwal tetap, tanpa disuruh pun dia latihan sendiri.

Kini adiknya juga mulai mengikuti jejak kakaknya belajar piano mandiri dan cukup disiplin. Mungkin karena melihat contoh dari kakaknya.

Kedua anak tersebut memang tidak istimewa dan tidak mempunyai prestasi yang luar biasa, tapi bagiku itu sudah bagus, karena apa, karena aku sendiri buta akan musik. Lumayanlah, yang sulung sudah sampai di grade 5 Yamaha, sedangkan adiknya mulai bermain cukup baik.

Aku hanya ingin sharing bahwa kita tidak perlu ragu, bila ingin anak kita bisa main piano atau apapun, sedangkan kita sendiri tidak bisa. Modal yang utama sesungguhnya adalah dukungan kita kepada anak kita, sebab jika kita malas, apalagi anak kita. Pasti tambah malas. Anak-anak kita yang masih kecil itu mempunyai otak yang cerdas asal kita mendukung sepenuh hati, maka kita akan sampai pada tujuan. Namun, semuanya memang tidak bisa berhasil dalam waktu sekejap, memerlukan waktu dan kesabaran.

Kebanyakan kegagalan disebabkan:

  1. Kurang sabar mendukung anak kita, karena ingin cepat mendapat hasilnya.
  2. Malas mendampingi anak ketika berlatih, karena kita tidak mengerti dan alasan lainnya, sebagai alasan pembenar.
  3. Kurang disiplin mengarahkan waktu latihan pada anak. Bukankah kedisiplinan adalah buah dari kebiasaan yang dilakukan terus-menerus?
  4. Terlalu mudah menyerah, ketika menghadapi kesulitan.
Semoga pengalaman ini bisa memberikan manfaat bagi Anda yang (mungkin) sedang mengalami/menghadapi dilema seperti yang aku alami.

Selasa, 04 Desember 2007

Friend

Friend is
who cheers you when you are sad
who laughs together when you are happy
who cares to you when you are sick
who helps you when you need

A friend always give both hands to you and never ever forget you in every situation.

Friendship becomes beautiful when we walk side by side,
understand each other,
fill up each other and forgive each other.

A friend indeed will never let you down but will helps to get up from the dark.

To be a true friend is good so you will find the same one`s in your life.

This is only a little part of my story life about friend,
next time I will tell you another interesting story about life.